Pernah merasa makanan di piring tiba-tiba habis padahal rasanya baru beberapa menit mulai makan? Atau tanpa sadar mengambil tambahan makanan karena terlalu asyik menonton video, membaca media sosial, maupun mengikuti serial favorit? Jika pernah mengalaminya, mungkin kebiasaan makan sambil menatap layar sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Saat ini, makan sambil menonton atau menggulir ponsel memang semakin umum dilakukan. Banyak orang merasa aktivitas tersebut membuat waktu makan lebih menyenangkan, terutama setelah menjalani pekerjaan yang melelahkan. Namun, ada satu hal yang sering tidak disadari: perhatian yang terbagi antara makanan dan layar dapat memengaruhi cara seseorang mengenali rasa lapar, kenyang, serta jumlah makanan yang dikonsumsi.

Lantas, apakah kebiasaan makan sambil bermain ponsel benar-benar bisa membuat porsi makan bertambah? Berikut penjelasan gigisehatku dan cara sederhana untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sadar.

Mengapa Banyak Orang Suka Makan Sambil Menonton atau Menggunakan Ponsel?

Kesibukan sehari-hari membuat banyak orang mencari cara untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Ketika makan siang, misalnya, seseorang mungkin membuka media sosial agar tidak merasa bosan. Sementara itu, saat makan malam, menonton televisi atau video menjadi hiburan setelah bekerja.

Kebiasaan ini juga terbentuk karena penggunaan ponsel sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, sebagian orang merasa ada sesuatu yang kurang ketika makan tanpa melihat layar.

Sayangnya, perhatian yang seharusnya digunakan untuk menikmati makanan menjadi terbagi. Seseorang mungkin lebih fokus pada cerita dalam video dibandingkan rasa, aroma, tekstur, dan jumlah makanan yang sedang dikonsumsi.

Akibatnya, aktivitas makan yang seharusnya menjadi kesempatan untuk mengenali kebutuhan tubuh justru dilakukan secara otomatis.

Bagaimana Layar Bisa Memengaruhi Porsi Makan?

Makan bukan hanya tentang memasukkan makanan ke dalam tubuh. Otak juga berperan dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang.

Ketika seseorang makan sambil menonton atau menggulir ponsel, perhatian terhadap proses makan dapat berkurang. Hal ini membuat seseorang berpotensi tidak menyadari seberapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi.

Ada beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan kebiasaan tersebut.

  1. Perhatian terhadap rasa kenyang berkurang.

Ketika fokus tertuju pada layar, seseorang mungkin kurang memperhatikan perubahan sensasi di perut. Akibatnya, sinyal kenyang bisa lebih mudah terabaikan.

  1. Makan menjadi lebih otomatis.

Tanpa disadari, tangan terus mengambil makanan meskipun tubuh sebenarnya sudah mendapatkan asupan yang cukup. Kebiasaan ini sering terjadi ketika seseorang menikmati camilan sambil menonton film atau bermain ponsel.

  1. Durasi makan menjadi tidak terkontrol.

Sebagian orang dapat menghabiskan waktu lebih lama di depan layar sambil terus mengunyah makanan. Jika makanan atau camilan selalu tersedia, jumlah yang dikonsumsi berpotensi bertambah.

  1. Kurang menikmati makanan.

Perhatian yang terbagi dapat membuat seseorang tidak sepenuhnya menikmati rasa dan tekstur makanan. Padahal, pengalaman makan juga membantu seseorang mengenali kepuasan setelah mengonsumsi makanan.

5 Dampak Kebiasaan Makan Sambil Menatap Layar

Jika dilakukan sesekali, makan sambil menonton belum tentu menimbulkan masalah. Namun, jika menjadi kebiasaan sehari-hari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Berpotensi Membuat Porsi Makan Berlebihan

Seseorang yang terlalu fokus pada tayangan atau konten digital mungkin tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dihabiskan.

Hal ini dapat membuat konsumsi makanan melebihi kebutuhan tubuh, terutama ketika makanan disajikan dalam porsi besar atau tersedia dalam jumlah tidak terbatas.

2. Sulit Mengenali Sinyal Kenyang

Rasa kenyang merupakan salah satu sinyal alami tubuh untuk mengatur asupan makanan. Ketika perhatian terbagi, seseorang bisa terlambat menyadari bahwa kebutuhan makannya sudah terpenuhi.

3. Mendorong Kebiasaan Mengonsumsi Camilan

Menonton film, bermain gim, atau menggulir media sosial sering disertai aktivitas mengunyah camilan. Jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini dapat meningkatkan frekuensi makan tanpa benar-benar didasari rasa lapar.

4. Mengurangi Kesadaran terhadap Kualitas Makanan

Ketika terlalu sibuk melihat layar, seseorang mungkin kurang memperhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi.

Padahal, memperhatikan keseimbangan antara sayuran, protein, sumber karbohidrat, dan buah tetap penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

5. Membuat Kebiasaan Makan Kurang Teratur

Sebagian orang bahkan tidak menyadari waktu makan karena terlalu asyik menggunakan ponsel. Akibatnya, jadwal makan dapat menjadi tidak konsisten dan terkadang diikuti kebiasaan mengonsumsi camilan secara berlebihan.

7 Cara Mengurangi Kebiasaan Makan Sambil Bermain Ponsel

Mengubah kebiasaan tidak harus dilakukan secara mendadak. Kamu bisa memulainya melalui langkah kecil berikut.

1. Letakkan Ponsel Sebelum Mulai Makan

Cobalah meletakkan ponsel agak jauh dari meja makan. Jika memungkinkan, aktifkan mode senyap agar notifikasi tidak terus menarik perhatian.

Baca juga  Pingsan Mendadak di Tempat Umum, Ini Langkah Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

2. Fokus Menikmati Setiap Suapan

Perhatikan rasa, aroma, dan tekstur makanan. Mengunyah secara perlahan dapat membantu kamu lebih memperhatikan proses makan.

3. Gunakan Piring dengan Porsi yang Terukur

Hindari membawa kemasan makanan langsung ke depan televisi. Pindahkan camilan ke dalam mangkuk atau piring agar jumlah yang dikonsumsi lebih mudah diperhatikan.

4. Kenali Perbedaan Lapar dan Bosan

Sebelum mengambil makanan tambahan, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah benar-benar merasa lapar atau hanya ingin mengunyah sesuatu karena sedang bosan.

5. Biasakan Makan di Meja Makan

Menciptakan tempat khusus untuk makan dapat membantu membangun rutinitas yang lebih teratur. Usahakan meja makan tidak dipenuhi perangkat elektronik.

6. Nikmati Waktu Makan Bersama Keluarga

Berbincang dengan keluarga saat makan dapat menjadi alternatif yang lebih menyenangkan dibandingkan terus melihat layar. Namun, tetap perhatikan makanan dan hindari terburu-buru.

7. Mulai dari Satu Waktu Makan Tanpa Layar

Jika belum terbiasa makan tanpa ponsel, mulailah dari satu waktu makan setiap hari. Misalnya, sarapan tanpa televisi atau makan malam tanpa membuka media sosial.

Setelah terasa nyaman, kamu bisa menerapkannya pada waktu makan lainnya.

Apa Itu Mindful Eating dan Mengapa Penting?

Salah satu cara untuk memperbaiki kebiasaan makan adalah menerapkan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.

Konsep ini mengajak seseorang untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi, mulai dari rasa, aroma, tekstur, hingga sinyal lapar dan kenyang dari tubuh.

Mindful eating bukan berarti harus makan dengan aturan yang kaku. Tujuannya adalah membantu seseorang lebih sadar terhadap kebiasaan makannya.

Contohnya, ketika menikmati sarapan, cobalah meletakkan ponsel dan fokus pada makanan. Nikmati setiap suapan tanpa terburu-buru dan berhenti ketika tubuh sudah merasa cukup.

Dengan membangun kebiasaan tersebut, seseorang dapat lebih mudah mengenali pola makannya sendiri.

Apakah Makan Sambil Menonton Selalu Berbahaya?

Tidak selalu. Makan sambil menonton sesekali bukan berarti langsung menyebabkan kenaikan berat badan atau gangguan kesehatan.

Hal yang lebih penting adalah seberapa sering kebiasaan tersebut dilakukan, jenis makanan yang dikonsumsi, jumlah porsinya, dan pola makan secara keseluruhan.

Jika seseorang terbiasa makan dalam porsi sesuai kebutuhan, memilih makanan bergizi, dan tetap mampu mengenali rasa kenyang, risiko makan berlebihan dapat lebih terkendali.

Namun, bagi orang yang sering tidak menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi ketika menatap layar, mengurangi kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah yang bermanfaat.

Kesimpulan

Kebiasaan makan sambil menonton atau menggulir ponsel memang terlihat sederhana, tetapi dapat memengaruhi perhatian seseorang terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi.

Ketika fokus lebih banyak tertuju pada layar, sinyal lapar dan kenyang berpotensi kurang diperhatikan. Akibatnya, seseorang bisa makan lebih banyak tanpa benar-benar menyadarinya.

Untuk memperbaikinya, mulailah dengan meletakkan ponsel ketika makan, memperhatikan porsi makanan, mengunyah secara perlahan, dan membiasakan diri menikmati makanan tanpa gangguan.

Tidak perlu langsung mengubah semua kebiasaan sekaligus. Satu waktu makan tanpa layar setiap hari sudah bisa menjadi langkah awal untuk membangun pola makan yang lebih sadar dan sehat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah makan sambil menonton bisa membuat seseorang makan lebih banyak?

Bisa. Perhatian yang terbagi antara makanan dan tayangan dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi serta terlambat mengenali rasa kenyang.

2. Mengapa makan sambil bermain ponsel membuat sulit merasa kenyang?

Karena perhatian lebih banyak tertuju pada layar sehingga seseorang mungkin kurang memperhatikan sensasi kenyang yang muncul selama makan.

3. Apakah makan sambil menonton bisa menyebabkan kenaikan berat badan?

Kebiasaan tersebut berpotensi mendorong konsumsi makanan berlebihan. Jika asupan energi terus melebihi kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat seiring waktu.

4. Apa yang dimaksud dengan mindful eating?

Mindful eating adalah kebiasaan makan dengan penuh kesadaran, yaitu memperhatikan rasa makanan, kecepatan makan, porsi, serta sinyal lapar dan kenyang.

5. Bagaimana cara berhenti makan sambil bermain ponsel?

Mulailah dengan meletakkan ponsel sebelum makan, mengaktifkan mode senyap, dan membiasakan satu waktu makan tanpa layar setiap hari.

6. Apakah makan bersama keluarga lebih baik daripada makan sambil menonton?

Makan bersama keluarga dapat menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan menikmati waktu bersama. Selama tetap memperhatikan makanan dan tidak makan terburu-buru, kebiasaan ini bisa menjadi alternatif yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *