
Sakit gigi menjalar ke kepala atau telinga bisa terasa jauh lebih mengganggu dibandingkan nyeri yang hanya muncul di sekitar gigi. Rasa sakit mungkin terasa berdenyut di rahang, pelipis, telinga, hingga kepala sehingga terkadang sulit menentukan sumber masalahnya.
Kondisi tersebut dapat terjadi karena jaringan saraf di area wajah, rahang, telinga, dan kepala memiliki hubungan yang cukup kompleks. Akibatnya, gangguan yang bermula dari gigi dapat dirasakan pada area lain di sekitarnya.
Meski begitu, sakit kepala atau telinga yang terasa bersamaan dengan sakit gigi tidak selalu berarti penyebabnya pasti berasal dari gigi. Ada beberapa kemungkinan yang perlu diperhatikan. Berikut penjelasan gigisehatku dibawah ini.
Mengapa Sakit Gigi Bisa Menjalar ke Kepala atau Telinga?
Gigi memiliki jaringan saraf yang terhubung dengan sistem saraf di area wajah dan kepala. Ketika jaringan di dalam gigi mengalami peradangan, otak terkadang kesulitan menentukan lokasi sumber nyeri secara tepat.
Inilah yang dikenal sebagai nyeri rujukan atau referred pain. Akibatnya, masalah pada satu gigi dapat membuat seseorang merasa sakit di rahang, telinga, pelipis, atau kepala.
Semakin dalam masalah pada gigi, semakin besar kemungkinan rasa sakit terasa lebih luas, terutama jika jaringan pulpa atau saraf gigi sudah mengalami peradangan.
1. Gigi Berlubang yang Sudah Dalam
Salah satu penyebab sakit gigi menjalar ke kepala adalah karies yang telah berkembang cukup dalam. Pada tahap awal, gigi berlubang mungkin hanya menimbulkan sensasi ngilu ketika terkena makanan manis, dingin, atau panas.
Jika kerusakan terus berkembang dan mendekati pulpa, rasa sakit dapat menjadi lebih kuat. Nyeri dapat terasa berdenyut dan muncul secara spontan, bahkan ketika seseorang sedang tidak makan atau minum.
Pada kondisi seperti ini, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh kerusakan telah berkembang.
2. Peradangan atau Infeksi pada Saraf Gigi
Ketika bakteri mencapai bagian dalam gigi, jaringan pulpa dapat mengalami peradangan. Rasa sakitnya bisa terasa tajam, berdenyut, atau terus-menerus.
Nyeri akibat masalah pulpa juga dapat terasa sampai rahang, telinga, atau sisi kepala yang sama. Beberapa orang merasakan keluhan semakin kuat pada malam hari sehingga mengganggu tidur.
Jika disertai pembengkakan, demam, atau keluar cairan dari area gusi, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.
3. Gigi Bungsu Bermasalah
Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna atau terhalang gigi lain dapat menimbulkan tekanan dan peradangan pada jaringan di sekitarnya.
Masalah ini sering menyebabkan nyeri di bagian belakang rahang yang dapat terasa sampai telinga atau sisi kepala. Gusi di sekitar gigi bungsu juga bisa membengkak dan terasa nyeri ketika digunakan untuk mengunyah.
4. Gigi Retak atau Patah
Gigi yang retak tidak selalu mudah terlihat. Namun, retakan dapat menyebabkan rasa sakit ketika gigi digunakan untuk menggigit makanan.
Jika bagian dalam gigi ikut mengalami gangguan, rasa nyeri dapat menjadi lebih luas. Karena itu, sakit gigi yang muncul terutama saat menggigit atau melepaskan gigitan sebaiknya diperiksakan.
5. Masalah pada Sendi Rahang
Tidak semua nyeri di sekitar gigi berasal dari gigi. Gangguan pada sendi temporomandibular atau TMJ juga dapat menyebabkan rasa sakit di rahang, sekitar telinga, dan kepala.
Kebiasaan menggemeretakkan gigi, mengatupkan rahang terlalu kuat, atau tekanan berlebihan pada otot rahang dapat berkontribusi terhadap keluhan tersebut.
Jika nyeri disertai bunyi klik pada rahang, rahang terasa kaku, atau sulit membuka mulut, sumber masalah mungkin tidak hanya berasal dari gigi.
6. Gangguan pada Telinga atau Sinus
Rasa sakit di telinga yang muncul bersamaan dengan keluhan gigi tidak selalu berarti gigi adalah penyebabnya. Infeksi atau gangguan pada telinga juga dapat menimbulkan nyeri di sekitar rahang.
Begitu pula dengan masalah sinus. Tekanan pada rongga sinus, terutama di area sinus rahang atas, terkadang dapat terasa seperti sakit pada gigi bagian atas.
Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan diperlukan untuk membedakan sumber nyeri.
Kapan Sakit Gigi yang Menjalar Perlu Diperiksa?
Jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengatasi keluhan berulang. Sakit gigi menjalar ke telinga atau kepala yang terus muncul, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi.
Pemeriksaan semakin penting jika terdapat gigi berlubang, gusi bengkak, wajah membengkak, demam, keluar cairan dari gusi, sulit membuka mulut, atau rasa sakit tidak membaik.
Jika pembengkakan menyebar ke wajah atau leher dan disertai kesulitan bernapas atau menelan, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Apa yang Bisa Dilakukan Sementara?
Sambil menunggu pemeriksaan, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara lembut. Hindari makanan yang terlalu keras, sangat panas, atau sangat dingin jika dapat memperburuk rasa sakit.
Obat pereda nyeri dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan kondisi kesehatan masing-masing. Namun, obat hanya membantu mengendalikan gejala dan tidak menghilangkan penyebab utama sakit gigi.
Hindari menempelkan bahan seperti aspirin langsung pada gusi atau gigi karena dapat menyebabkan iritasi jaringan.
Jangan Abaikan Sakit yang Menjalar
Sakit gigi yang menjalar ke kepala atau telinga bukan keluhan yang sebaiknya diabaikan, terutama jika berlangsung berulang atau semakin berat. Penyebabnya dapat berupa karies dalam, masalah saraf gigi, gigi bungsu, gigi retak, gangguan rahang, maupun kondisi lain di sekitar wajah.
Mengetahui sumber nyeri secara tepat adalah langkah penting agar perawatan yang diberikan sesuai. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin besar peluang untuk menangani penyebabnya sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
FAQ
1. Apakah sakit gigi bisa menyebabkan sakit kepala?
Bisa. Peradangan pada gigi dapat menyebabkan nyeri rujukan yang terasa sampai rahang, pelipis, atau kepala.
2. Mengapa sakit gigi terasa sampai telinga?
Gigi, rahang, dan area telinga memiliki jaringan saraf yang saling berkaitan. Akibatnya, nyeri dari gigi dapat dirasakan di sekitar telinga.
3. Apakah sakit gigi menjalar selalu berarti gigi berlubang?
Tidak. Selain karies, penyebabnya dapat berupa masalah saraf gigi, gigi retak, gigi bungsu, gangguan sendi rahang, atau kondisi pada telinga dan sinus.
4. Apakah sakit gigi yang menjalar bisa sembuh sendiri?
Keluhan mungkin mereda sementara, tetapi penyebabnya belum tentu hilang. Jika nyeri berulang atau semakin berat, pemeriksaan diperlukan.
5. Kapan sakit gigi perlu segera diperiksa?
Segera periksa jika sakit berat atau menetap, disertai pembengkakan, demam, keluar cairan dari gusi, sulit membuka mulut, atau mengalami kesulitan menelan dan bernapas.
